Polres Boyolali – Rabu (04 /10) Pukul 09.00 wib di Gedung Aula Kantor Kecamatan Ngemplak, Boyolali Telah Berlangsung Giat Silaturahmi Takmir Masjid dan Penyuluh Agama dengan Tema Peran Serta Takmir Masjid dan Penyuluh Agama dalam Rangka Menyiarkan Islam Rahmatan Lil Alalmin Guna Menangkal Faham Radikalisme dengan Pembicara KH Drs. DIAN NAFI’, M. Si dari Surakarta yang diikuti oleh Sekitar 60 Orang Takmir Masjid dan Penyuluh Agama Se Kecamatan Ngemplak.
Kegiatan Penyuluhan tamkir masjid dan Penyuluh agama dihadiri Kepala kantor Kesbangpol Kab. Boyolali diwakili oleh Staf Rumiyati,Camat Ngemplak Noegroho WS, S. Sos,Kapolsek Ngemplak diwakili Wakapolsek Ngemplak IPTU Sunarto, SH,Danramil Ngemplak diwakili Babinsa Serda Budi,Kepala Kantor urisan Agama Kec. Ngemplak Abdur Rahman,Pembicara KH Drs. Dian Nafi’, M. Si dari Surakarta,Eks Deportan ISIS dari Negara Brunei Darussalam Sdr. Tengku Zein dari Simo, Boyolali,Takmir masjid dan Penyuluh Agama Se Kecamatan Ngemplak.
Peyampaian Testimoni dari Eks Deportan dari Negara Brunei Darusalam Tengku Muhammad Zain dari Sumber, Simo , Boyolali.
Tanya Jawab Sdr. Haryono, ISIS itu yang membentuk siapa?
KH Drs. Dian Nafi’ M.Si menjawab ; bahwa sebagai umat islam adalah sesuai ukil amri sendiri, dan Menurut Info Dari Dandim Surakarta adalah Bukan Orang Islam. ( Konspirasi Politik Luar Negri ).
Tengku Muhammad Zein menjawab ; Bahwa ISIS menurutnya adanya perbedaan Paham dan Penindasan oleh kaum perbedaan Paham. ( setau Sdr. Tengku Muhammad Zein ).
dan dengan Peristiwa Deportasi dari Brunei Sdr. Tengku Muhammad Zein tidak diperbolehkan Ke Brunei dalam kurun waktu 6 tahun me depan.
Sehingga kita dengan test timoni ini bisa ambil hikmahnya bahwa kita agar selalu berhati-hati dengan berita-berita yang kurang jelas dan tidak mudah terpengaruh dari orang-orang asing,dan kita bisa belajar tentang agama dari orang-orang yang tau tentang Al qur’an dan sunah-sunah Nabi,sehingga tidak terjerumus ke hal-hal yang radikal.
(Humas Ngemplak)